Sejarah Desa Sanggang
Sejarah nama Sanggang berasal dari cerita bahwa dahulu ada empat orang yang diyakini memberikan nama tersebut. Dari keempat orang itu, dua di antaranya adalah kakak beradik, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sangat cantik, sementara dua lainnya adalah seorang Bekel dan sahabatnya. Menurut cerita, kakak beradik tersebut bernama Branjang Kawat (sang kakak) dan Nyai Plotrok (sang adik). Dahulu, mereka bersembunyi di wilayah ini karena sang kakak khawatir adiknya yang cantik akan diganggu oleh orang-orang jahat.
Suatu hari, sang kakak menyuruh adiknya untuk pindah ke tempat persembunyian lain yang lebih aman. Si adik pun berangkat sendirian dari tempat persembunyian pertama menuju tempat yang baru, sementara sang kakak terus mengawasinya hingga tiba di tempat yang aman. Pada malam hari, ketiga orang tersebut tidur bersama dan menceritakan mimpi mereka. Ternyata, mimpi mereka serupa, yakni mendengar suara kemrangsang (gemerincing atau suara lembut).
Karena mimpi yang sama itu, tempat persembunyian tersebut—yang dalam istilah lama disebut sebagai "nyanggah" atau "resan" atau "pedanyangan"—akhirnya dinamakan Sanggrahan atau Sanggang. (Sumber: Cerita Kepala Desa Ke-3 Alm. Jeno Riyanto)