Kolaborasi Membangun Hidroponik Desa: Penguatan Sistem dan Peningkatan Kapasitas KWT Desa Sanggang
Pertanian hidroponik merupakan salah satu cara inovatif untuk menanam sayuran dengan menggunakan lahan dan air yang lebih sedikit agar menghasilkan panen yang lebih segar dan berkualitas tinggi. Selain mendorong produksi pangan rumah tangga, hidroponik juga menawarkan peluang untuk menghasilkan produk dengan nilai pasar yang lebih tinggi. Namun, perawatan sistem hidroponik memerlukan pengetahuan yang tepat, perawatan rutin, saluran irigasi yang berfungsi dengan baik.
Sebelum memulai program kerja ini, mahasiswa dari tim KKN-PPM unit Bulu Loka Universitas Gadjah Mada melakukan observasi lapangan pada fasilitas hidroponik yang dimiliki salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dukuh Tileng, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Selama observasi, tim menemukan beberapa tantangan, seperti sirkulasi air yang tersumbat, sistem irigasi yang tidak efisien, serta pengetahuan yang terbatas mengenai budidaya dan pemeliharaan hidroponik. Hal tersebut menghalangi sistem hidroponik untuk beroperasi secara optimal.
Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, tim KKN bekerja sama dengan Bapak Indra Karyanto, S.T., seorang anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada, guna memperbaiki sistem hidroponik serta memberikan pelatihan praktis bagi anggota KWT. Program ini berfungsi tidak hanya untuk memperbaiki fasilitas, tetapi juga pada transfer knowledge dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola sistem.
Hari pertama diadakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, dengan fokus pada peningkatan sistem distribusi air hidroponik. Bapak Indra beserta anggota KWT dan tim KKN, menata ulang pemasangan pipa PVC untuk mengembalikan kelancaran sirkulasi air. Pada waktu bersamaan, terdapat beberapa warga yang membantu membangun pondasi greenhouse yang terbuat dari bambu yang akan mendukung budidaya hidroponik di masa depan.
Sesi kedua berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan fokus pada persiapan bibit dan budidaya hidroponik dasar. Partisipan belajar bagaimana untuk menumbuhkan sayuran, seperti selada, pokcoy, dan kale, dimulai dengan tahap pembibitan sebelum dipindahkan ke dalam sistem hidroponik. Selama pelatihan, anggota KWT membantu menyiapkan potongan flanel, dan merakit net pot, sementara Pak Indra sambil menjelaskan penanaman benih yang tepat untuk setiap jenis sayuran pada tahap pembibitan.
Setelah bibit siap, para peserta mempraktikkan cara memindahkan bibit tersebut ke dalam net pot yang telah disiapkan. Sebanyak 136 net pot dipasang di saluran hidroponik sementara Pak Indra menunjukkan bagaimana sistem Nutrient Film Technique (NFT) secara terus-menerus mengalirkan air dari tangki penampungan bawah tanah yang sudah dibuat melalui pipa PVC. Partisipan juga belajar bagaimana mempersiapkan larutan nutrisi hidroponik menggunakan Nutrisi A dan Nutrisi B, serta perlunya menjaga konsentrasi nutrisi yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang sehat.
Selain sesi praktik, Pak Indra mengajarkan basic knowledge mengenai pertanian hidroponik, termasuk tentang produksi bibit, teknik penanaman kembali, pengelolaan nutrisi, perawatan rutin, dan peluang pemasaran. Beliau menjelaskan bahwa sayuran yang tumbuh pada hidroponik akan tumbuh lebih segar, sehingga membutuhkan perawatan secara konsisten, dan sering memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena kualitasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Slamet Raharjo selaku PJ. Kepala Desa Sanggang yang turut menyaksikan kegiatan pelatihan tersebut dan menyatakan dukunganya terhadap kerja sama antara Kelompok Wanita Tani, KAGAMA, dan tim KKN. Kehadiran beliau menunjukkan komitmen pemerintah desa untuk mendukung inovasi pertanian berbasis masyarakat dan memberdayakan warga setempat melalui pembelajaran praktis.
Melalui inisiatif kolaboratif ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang cara kerja sistem hidroponik, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis untuk mengoperasikan dan merawatnya secara mandiri. Harapannya, pengetahuan ini mendukung Kelompok Wanita Tani untuk terus mengembangkan pertanian hidroponik sebagai kegiatan berkelanjutan yang mendukung peningkatan produksi pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Penulis: Monica Edita Michaelia (Tim KKN-PPM Bulu Loka Universitas Gadjah Mada 2026)
Editor: Admin
Published by: Admin