Dari Ladang yang Menumbuhkan Harapan Pendidikan

Bertani dan Berkebun di Perbukitan Sukoharjo

Desa Sanggang merupakan salah satu desa yang berada di perbukitan dan terletak pada Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Letaknya yang berada di perbukitan tersebut membuat kondisi geografis sedikit menantang namun kaya akan potensi perkebunan. Berdasarkan data dari website desa Sanggang, terdapat jumlah penduduk sekitar 2.936 jiwa dan tersebar di berbagai dukuh seperti dukuh Samin, Wates, Bedug Lor, Bedug Kidul, dan lainnya. 

Mayoritas penduduk desa Sanggang, menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan perkebunan. Berbagai macam tanaman yang mereka tanam, seperti singkong, durian, alpukat, telah menjadi salah satu sumber penghasilan utama. Meskipun ada gangguan hama seperti hama kera liar, masyarakat Sanggang tetap tekun dalam mengelola lahan mereka. 

 

Peran Aktif KWT Mekarsari dalam Pemberdayaan Perempuan

Kelompok Wanita Tani atau KWT Mekarsari yang ada di desa Sanggang menjadi salah satu wadah yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan. Terdapat kurang lebih 40 anggota yang telah bergabung di KWT Mekarsari Desa Sanggang, namun hanya sekitar 10-15 yang masih aktif dalam berkegiatan secara rutin. Mayoritas yang menjadi anggota KWT ialah mereka ibu-ibu rumah tangga dengan rentang usia 30 hingga 73 tahun. Salah satu anggota dengan usia lanjut adalah Mbah Wirja. Kegiatan mbah Wirja selain sebagai ibu rumah tangga, beliau tetap rajin mengikuti kegiatan KWT dan mencari kayu. Selain itu, KWT Mekarsari juga memiliki peran sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. 

 

Perjuangan Petani Menyokong Pendidikan Anak 

Suwanto (60) merupakan salah satu warga desa Sanggang yang sekarang setiap harinya bertani dan berkebun di ladang miliknya. Pak Wanto atau yang kerap disapa kakung oleh keluarganya memiliki tiga orang anak, yang dua diantaranya telah lulus di perguruan tinggi, dan satu lagi masih menempuh pendidikan tinggi. Anak pertama dari Pak Wanto yang bekerja di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi, juga menjabat sebagai Ketua Petani Milenial. Ia bergabung di bidang pertanian karena dirinya ingin mengembangkan potensi wilayah desa Sanggang, serta ingin mengabdi pada desa. Beliau sudah memberikan motivasi ke masyarakat supaya dapat memajukan desa. Sementara itu, anak kedua dari Pak Wanto telah menyelesaikan studi S2-nya di Universitas Gadjah Mada dengan program studi Magister Keperawatan dan saat ini bekerja sebagai dosen di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan atau PKTJ Tegal. Kesuksesan anaknya terlihat dari bagaimana orang tua, yaitu Pak Wanto dan istrinya dalam mendidik dan menunjang kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Hasil dari perkebunan yang mereka miliki berupa alpukat dan durian menjadi salah satu bukti bahwa kegigihan mereka dalam bekerja dapat memberikan kebutuhan akademik dan keseharian mereka.