Tape dan Legondo Khas Desa Sanggang Sejak 2001
Sanggang, 6 Agustus 2024 -
Desa Sanggang yang terletak pada Kabupaten Sukoharjo mempunyai kuliner khas yang hanya bisa dimasak oleh sebagian orang yang sudah berpengalaman, Legondo adalah sejenis jajanan tradisional yang terbuat dari ketan dan kelapa parut yang dimasak bersama hingga menyatu dalam sebuah bungkusan daun kelapa atau janur. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Ketan dicuci sebanyak 2 kali dan tidak direndam karena jika direndam ketan akan terlalu lembek/empuk, kemudian setelah dicuci sebanyak 2 kali ketan akan dicampur bersama kelapa parut dan garam, setelah semua bahan bahan dicampur, legondo akan dimasukan kedalam daun kelapa yang telah dibuat tabung lalu dikukus hingga matang.
Proses perebusan legondo memakan waktu kurang lebih sebayak 5 jam, dimulai dari jam 4 sore dan akan selesai pada jam 9 malam. Pak Wiharto selaku pemilik sentral UMKM ersebut engatakan bahwa sudah memulai usaha ini sejak tahun 2001, selain legondo pak Wiharto juga membuat olahan singkong yaitu tape.
Tape terbuat dari singkong yang difermentasi dengan ragi, tape memiliki rasa manis dan sedikit asam yang khas. Proses fermentasinya memerlukan waktu dan suhu yang tepat untuk menghasilkan tape yang sempurna. Pak Wiharto selalu memilih bahan-bahan berkualitas tinggi dan menggunakan teknik tradisional yang telah diwariskan turun-temurun untuk memastikan tape buatannya selalu memiliki cita rasa yang konsisten.
Pembuatan tape memakan kurun waktu kurang lebih selama 2 hari, singkong akan dikupas lalu dipotong menjadi beberapa bagian kecil, lalu singkong akan direbus hingga setengah matang, cara pak wiharto melihat singkong itu sudah setengah matang dengan cara melihat bagian tengah singkong apakag sudah terbelah, jika sudah terbelah singkong artinya sudah selesai di rebus. Setelah direbus singkong akan didinginkan sampai dingin dan tidak panas, setelah dingin singkong akan diberi ragi dan difermentasi.
Proses fermentasi tersebut memakan waktu kurang lebih selama satu hari, pak Wiharto mengatakan bahwa singkong tidak boleh diberi ragi jika masih dlam keadaan panas atau hangat karena proses fermentasi yang akan dilakukan memnuahkan hasil yang berbeda dengan biasanya, rasanya akan mejadi tidak konsisten jika fermentasi dilakukan ketika singkong masih panas atau hangat.Usaha pak Wiharto ini sudah menjajakan ke pasar-pasar,legondo dan tape ini paling banyak dipesan ketika terdapat acara-acara besar seperti hari raya dan perayaan yang lain. Jika tidak terdapat banyak pesanan pak wiharto akan menjajakan legondo dan tape ke pasar. Pak Wiharto tidak hanya menghidupi keluarganya tetapi juga menjaga warisan budaya yang berharga. Kuliner tradisional khas Desa Sanggang ini menjadi simbol kebanggaan dan daya tarik wisata kuliner yang membuat banyak orang datang berkunjung.