Mengintip Ancaman Potensi Bencana Geologi di Desa Sanggang

Tim KKN PPM UGM Bulu Loka melakukan pemetaan area potensi longsor di Desa Sanggang pada tanggal 1 - 5 Juli 2025. Peta tersebut disusun menggunakan 6 parameter utama yang berpengaruh terhadap tingkat potensi longsor. Parameter tersebut yaitu jenis batuan, nilai RMR (kekuatan batuan), tingkat kelerengan, jarak terhadap struktur geologi, curah hujan, dan tata guna lahan. Keenam data tersebut kemudian digabungkan untuk menghasilkan tingkat potensi longsor di Desa Sanggang. Kondisi Desa Sanggang yang memiliki kelerengan yang curam sehingga memiliki potensi longsor yang cukup besar. Persebaran area potensi longsor dapat dilihat pada peta berikut:

Lihat Peta Area Potensi Longsor Desa Sanggang

Berdasarkan hasil analisis peta tersebut, secara keseluruhan Desa Sanggang memiliki potensi longsor dominasi sedang hingga tinggi. Potensi tinggi berada di Dukuh Kaligunting, Dranjang, Sanggang, dan Bedug Kidul. Potensi cukup tinggi berada di Tawing, Bedug Tengah, Klepu, Banjarsari, dan Tileng. Potensi sedang berada di Pangkah, Bedug Lor, dan Kedungnongko. Sedangkan potensi cukup rendah hingga rendah berada di Wates dan Samin. 

Aspek pertama yang paling berpengaruh yaitu kelerengan. Kelerengan yang semakin besar akan memperbesar potensi terjadinya longsor. Aspek kedua yaitu nilai RMR. Nilai RMR didapatkan langsung dengan pengamatan di lapangan dengan melihat kekuatan batuan, rekahan batuan, serta tingkat pelapukan batuan dan tanah. Aspek selanjutnya yaitu jenis batuan. Jenis batuan yang lebih keras yaitu breksi andesit memiliki kekuatan yang lebih besar sehingga potensi longsor lebih kecil, sedangkan batuan breksi tuf lebih lemah sehingga lebih berpotensi terjadi longsor. Aspek ketiga yaitu jarak terhadap stuktur. Semakin dekat dengan struktur geologi, maka semakin meningkatkan potensi longsor. Aspek kelima yaitu curah hujan. Curah hujan di Desa Sanggang relatif sama di 2.000-2.500 mm/tahun sehingga tidak terlalu berpengaruh dalam membagi area potensi longsor. Aspek terakhir yaitu tata guna lahan. Lahan yang sudah dimanfaatkan untuk penggunaan ladang, sawah, dan pemukiman cenderung memiliki potensi longsor lebih rendah karena tanah dan batuan sudah disesuaikan agar meminimalisir longsor. Berikut kenampakan lapangan area yang berpotensi terjadi longsor:

Lihat Kenampakan Lapangan Potensi Longsor